Kamis, 17 Oktober 2013

ada apa dengan anjing? anjing Menggonggong dan Saya pun terpaku...


Anjing menggonggong dan saya pun terpaku......

Pasti sering bilang dan pernah dengar pepatah “anjing menggonggong, kafilah berlalu” yang artinya ada orang yang mau menjelek-jelekkan kita atau menjatuhkan kita, atau menceritakan kita (intinya jahatin kita) yah biarin lah kita cuekin ajah, masa bodoh kurang lebih begitu lah artinya deh kalau gak salah. Entah kapan mulainya saya sangat membenci anjing, intinya anti anjing deh, saking bencinya setiap ada anjing saya mau saja ngelemparin pake batu, terutama anjing jalanan yang suka rebut gak jelas. Kebiasaan lemparin batu untuk anjing itu mungkin turunan dari alm. Kakek saya yang punya kebiasaan melempari anjing dengan batu, meskipun anjing itu hanya sekedar numpang lewat di depan halaman rumah nenek, yang memang halamannya cukup luas sehingga anjing tersebut tidak menyadari dia sudah memasuki daerah terlarang.  Kebiasaan melihat kakek suka ngelemparin anjing pake apapun yang ada didepan saya kecuali laptop, dompet, dan handphone, saya tiru juga. Sejak saat itu kebiasaan saya setiap melihat anjing pasti saya lempar, terutama anjingnya adik kandung pelatih saya, yang sering keliaran sampai kerumah pelatih, dan setiap kali ada saya nangkring didepan rumah pelatih setiap kali juga anjing itu kena batu, emang enak, dah jadi anjing dilemparin batu pula, sukur deh.

Tapi siapa bilang saya selalu menang melawan anjing, buktinya berapa kali saya dikejar oleh anjing, bahkan pernah digigit anjing. Kejadian pertama waktu saya masih SD, dikampungnya nenek orang china dan melayu itu bergabung, jadi kadang rumah china kadang rumah orang melayu, nggak sengaja gitu lewat rumahnya orang china yang anjingnya lagi melahirkan jadilah saya dikejar dan di gigit. (NB: waktu SD memang kemampuan lariku belum di asah, jadi saya kalah telak). SMP saya pulang sekolah lewatin rumah teman saya yang china juga hanya berjarak 20 meter dari rumah nenek, maksud hati mau mencari belalang dirumput malah dikejar ama induk anjing yang baru saja 2 hari melahirkan (gile banget kan emak-emak anjing itu baru 2 hari melahirkan harus lari kesana kemari, gak sadar dia belum lewat masa nifasnya,ckckck) jadilah saya atlet lari dadakan hari itu dan saya yang menang, anjing bego itu kalah (cemen) banget kan, (NB: sejak saat itu kemampuan berlari saya menjadi sangat cepat, saya berfikir mau menjadi sprinter dengan satu syarat, pas tanding harus ada anjing yang mengejar di belakang).

Kejadian digigit dan dikejar anjing itu mungkin yang pertama dan terakhir, tapi saya pernah dikejar anjing saat posisi lagi diatas motor (lagi-lagi anjing saudaranya pelatih saya) kesel banget ama itu anjing, sampai saya pernah googling gitu yah bagaimana cara membuat sate anj*ng yang enak, biar tak ada lagi yang gonggong gitu yah,hahhahaha. Yang paling parah itu kejadiannya ketika saya sok-sokan memotret golden mounth di Bangkok tapi dari jauh, masuklah saya ke pemukiman penduduk. Lagi asik-asik memotret tiba-tiba ada yang menjilat kaki saya, saya teriak dan menoleh ternyata anjing gede item ada 3 “buah” anjing dan saya makin kuat teriaknya sampai orang yang lewat dipinggir jalan pun harus berenti dan menoleh kearah saya. Melihat saya ketakutan bapak-bapak yang lagi membeli makanan pun langsung mengusir anjing-anjing itu. Saya mendumel sepanjang jalan, sampai-sampai tutup kamera saya kurang pas dan akhirnya terjatuh dan saya pun teriak lagi, saat itu juga saya bertanya “mimpi apa aku semalam” ahhhhh menyebalkannnnn.
Tapi pernah saya menangis karena di gonggong anjing, kejadiannya begini, malam itu sekitar pukul 9 lewat, saya dan vj jalan-jalan ke china town. Gila jam segitu mah udah sepi banget, tak ada seorang pun kecuali kami bedua dijalanan. Menikmati kesunyian malam sambil ngerumpi, tiba-tiba ada anjing gonggong dan mendekati kami berdua, saya pun terpaku, dan vj berkata “jangan tatap matanya” saya malah menatap mata dan anjing itu semakin mendekat, apa daya saya hanya bisa teriak dan menangis. Vj sibuk menenangkan saya dan mengusir anjing itu, huh rasanya jantungku berdebar-debar (tidak tahu ini penyebabnya apa, karena anjing tadi, apa karena di “tenangin” hahahha).

Begitulah sekelumit kisah tentang anjing, dan semakin saya dewasa “tua” saya sudah mulai mengurangi aktivitas “lempar anjing pake batu” . dan dari semua ribuan atau jutaan anjing di dunia, Cuma satu anjing yang tidak saya takuti, malah seperti berteman. Namanya hachi, anjing perempuan peliharaan cece (ce shansun, dan ce vero). Pertama-tama saya teriak ketakutan, pertemuan kedua juga begitu, sampai suatu hari ntah keberanian apa saya diam ajah ketika dia mengonggong, sampai sekarang kami “berteman”, kemana pun saya pergi (masih didalam rumah cece) disitu juga ada hachi menyusul, apapun yang saya makan, pasti dia mengadah mau makan juga. Tetapi pas giliran dia yang makan, mulai deh rese sendiri seakan-akan saya mau minta jatah juga dari dia. Dasar hachi keGEERan, kecentilan, sok cakep, sok dewasa, apalagi lagi asik ngerumpi ama geng cs eh dia sibuk denger sebel gak sih. Apapun namanya itu kalau anjing tetap anjing, dia hanya berubah nama menjadi guguk ketika anak kecil yang menyebutnya.

Tapi entah darimana teorinya, katanya sih kalau ada anjing menggonggong itu ada hantu lewat, kalau dia gonggongnya panjang dan hampir kehabisan nafas gitu bearti hantunya lewat didepan dia. Terus gugukan anjing itu kita  bisa nebak, hantunya jauh atau sudah dekat kita, kalau mengonggongnya aummmm gitu ajah hantunya lewat tapi jauh dari si anjing, kalau sampai aummmm terus kayak tercekik gitu bearti hantunya sudah didepan tu anjing, serem kagak. Itu mah kata si Poppa atlet atletik Babel yang bercerita ketika kami denger ada anjing gonggong sampai kayak tercekik gitu, kejadiannya anak-anak TC PON Babel mau karokean (termasuk saya juga) kami pun ngumpul di belakang asrama (yang memang angker banget, katanya sih dan kata saya juga) tiba-tiba anjing gonggong, dan kami pun langsung merinding ketakutan (cemen payah).

2 komentar:

  1. Mau tanya sama ahlinya nih
    Kenapa setiap tukang rongsokan lewat depan anjing, anjing tersebut selalu menggonggong? Sepertinya selalu berusaha.dengan tukang rongsokan, Tks

    BalasHapus