Rabu, 10 April 2013

sosiologi-Kesimpulan dari pergeseran perilaku pelajar SMA kota Pangkalpinang


Kesimpulan dari pergeseran perilaku pelajar SMA kota Pangkalpinang
By : Megawati
   Berdasarkan uraian dalam analisis khususnya mengidentifikasi dan menganalisis pergeseran perilaku pelajar SMA kota Pangkalpinang dalam memaknai arti keperawanan (virginitas). Maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      Melemahnya nilai norma-norma sosial yang berfungi sebagai pengontrol dalam hidup masyarakat dan menjadi panutan masyarakat Bangka Belitung khususnya kota Pangkalpinang. Selain adat istiadat ada juga norma-norma yaitu norma agama, norma kesopanan, norma kesusilaan, dan norma hukum yang seharusnya menjadi panutan agar terjadi keseimbangan dalam berperilaku. Karena bertindak tidak sesuai dengan adat istiadat dan norma-norma yang berlaku akhirnya pelajar tersebut cenderung melakukan penyimpangan dalam perilakunya.  Max Weber mengatakan seseorang haruslah menyadari tentang fakta bahwa perilaku bermakna samar dalam bentuk-bentuk yang tidak bermakna. Banyak perilaku tradisional begitu biasa seakan-akan hampir tidak bermakna. Dalam hal ini dimaksudkan adalah adanya budaya dan norma-norma yang seharusnya dijunjung tinggi karena didalam budaya terdapat nilai-nilai dan norma sosial. Misalnya adat istiadat yang mempunyai nilai pengontrol dan nilai sangsional terhadap tingkah laku masyarakatnya. Tetapi dengan adanya kemajuan dan arus globalisasi yang tidak bisa disaring lagi oleh masyarakat akhirnya berdampak pada berkurangnya nilai adat istiadat dan norma-norma  yang seharusnya menjadi pengontrol tingkah laku dalam hidup bermasyarakat. Karena semakin samarnya nilai norma dan adat tersebut maka perilaku penyimpangan itu bukanlah hal yang tabu lagi, termasuk didalamnya pergaulan bebas.
2.      Pergeseran perilaku pelajar biasanya diawali dengan pergaulan pelajar yang tidak terkontrol oleh orang tua. Biasanya pelajar yang terjebak dalam pergaulan ini adalah pelajar yang kos atau tinggal jauh dari orang tua, dan ada juga pelajar yang tinggal dengan orang tua tetapi kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya, sehingga pelajar tersebut berperilaku bebas dan sesuka hatinya. Orang tua yang terkesan mendiamkan kelakuan anaknya dan terkesan tidak peduli, ini dianggap oleh pelajar memberikan “sinyal” setuju-setuju saja dengan kegiatan mereka. Yang akhirnya pelajar bersikap semaunya sampai dengan pergaulan bebas pun mereka lakukan tanpa rasa bersalah sama sekali, yang akhirnya sebagian besar pelajar menganggap seks bebas itu adalah hal yang biasa.
3.      Selain pergaulan yang terkesan bebas dan kurangnya pantauan dari orang tua, teknologi dan komunikasi sangat mempengaruhi perilaku pelajar. Dengan internet pelajar dapat mendownload film dan video yang belum pantas untuk mereka tonton. Social network atau  jejaring sosial dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak semestinya. Selain itu teknologi handphone yang canggih disalahgunakan oleh pelajar, Misalnya aplikasi video dan kamera yang digunakan untuk foto-foto yang kurang wajar dan untuk merekam video yang tidak pantas.
4.      Kedekatan dengan tuhan dan  pribadi individu sangat menentukan perilaku pelajar. Pelajar yang bisa membentengi dirinya tidak akan terjebak kedalam pergaulan bebas, biasanya pelajar yang bisa berpegang teguh dan tidak mudah terpengaruh dengan orang lain terutama dalam hal pergaulan bebas adalah pelajar yang dekat dengan tuhan dan taat akan agama. Ketika seorang pelajar memahami bahwa virginitas itu adalah hal yang harus dijaga maka pelajar tersebut pasti akan mempertahakannya. Seharusnya pelajar bisa membatasi pergaulannya dengan orang lain, terutama pelajar perempuan dengan teman laki-lakinya. Pelajar tersebut harus membatasi dirinya mana yang masih dalam hal wajar didalam pergaulannya dan mana yang tidak wajar dan harus dijauhi.
5.      Pendapat pelajar yang menganggap seks bebas itu adalah hal yang biasa pada akhirnya menghasilkan pemaknaan akan arti dari sebuah virginitas (kesucian). Mereka akhirnya memberikan image yang buruk kepada pelaku seks bebas. menurut mereka pelajar dengan kondisi fisik yang tidak virgin lagi itu adalah pelajar yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri yang berarti tidak bisa menghormati dirinya sendiri. Seperti yang dikatakan Cooley dalam konsep “ looking glass self “ dimana kita adalah apa yang orang lihat dan orang nilai. Begitu juga dalam hal ini pelajar yang melakukan seks bebas akan diberikan image oleh pelajar lain bahwa pelajar tersebut tidak bisa menjaga dirinya dan tidak mengetahui betapa berharganya arti dari sebuah virginitas. Apa yang dinilai oleh pelajar itu memang benar adanya karena pelajar tersebut sudah melihat keadaan yang sebenarnya telah terjadi di dalam pergaulan pelajar SMA di Pangkalpinang.
Saran-saran
Saran-saran yang dapat penulis berikan sehubungan dengan pergeseran perilaku pelajar SMA kota Pangkalpinang dalam memaknai kesucian (virginitas) pra nikah adalah sebagai berikut. :
1.      Orang tua harus memberikan perhatian lebih kepada anaknya, lebih peduli dan harus banyak menanyakan apa saja kegiatan anaknya baik diluar sekolah maupun diluar sekolah. Orang tua pun harus membatasi pergaulan anaknya dan orang tua berhak memilih teman untuk anaknya bermain, mana teman yang baik dan mana teman yang harus dijauhi. Untuk orang tua yang terpaksa jauh dari anaknya dan akhirnya anaknya harus kos atau tinggal diasrama, seharusnya orang tua mencarikan orang tua pengganti atau biasa disebut dengan walinya. Bisa jadi itu kepala asrama, ibu kos, ataupun salah satu kerabat dekat dan tentunya mereka bisa dipercayai untuk memantau dan mengontrol pergaulan anaknya. Selain itu seharusnya orang tua memberikan izin untuk anaknya ketika anaknya berminat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan disekolah maupun dilluar sekolah. Ini diharapkan agar pelajar tersebut focus dengan kegiatannya dan berambisi untuk meraih prestasi setinggi mungkin. Dengan  begitu pelajar tidak memiliki waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, misalnya paccaran, balap liar, nongkrong, dan lain-lain.
2.      Modernisasi informasi diciptakan, dan dimanfaatkan untuk kemajuan  dan perkembangan komunikasi untuk masyarakat banyak termasuk dengan pelajar. Pelajar SMA sangat butuh mencari informasi dan data untuk membantu dalam pengerjaan tugas, dan rata-rata pelajar sekarang kebanyakan sudah tergantung kepada internet. Karena itu tidak heran terkadang pelajar SMA telah di fasilitasi semacam gadget seperti handphone, smartphone, laptop, ipad, dan lain-lain, agar bias dengan mudah mengakses internet  dengan mudah dan lebih cepat pastinya. Tetapi pemanfaatkan teknologi tersebut harus positif dan bersikap wajar. misalnya untuk handphone yang memiliki memori card sebaiknya kapasitas memori cardnya dibatasi hanya untuk menyimpan beberapa foto dan lagu, ini supaya pelajar tidak bisa menyimpan video-video yang belum pantas untuk mereka lihat. Untuk penggunaan smartphone seperti blackberry  misalnnya paket internet dan servis blackberrynya pun dibatasi hanya untuk sekedar pesan singkat dan jejaring sosial saja, disarankan untuk tidak memakai paket full service untuk menghindari pelajar mendownload video-video dewasa. Sedangkan untuk penggunaan komputer dan modem, seharusnya situs-situs dewasa diblokir terlebih dahulu, agar pelajar tidak bisa mengakses ke web yang telah disediakan itu.
3.      Pembekalan ilmu agama dan seks, seharusnya sejak dini pelajar sudah dibekali dengan ilmu keagamaan. Kedekatan dengan tuhan bukan hanya mendidik mereka untuk menjauhi pergaulan bebas tetapi untuk bekalnya nanti di akhirat. Selain ilmu tentang keagamaan, pelajar juga harus dibekali akan pemaknaan tentang seks itu apa, agar ketika dewasa pelajar tidak sesat pikir.  Selain pembekalan tentang agama anak juga harus dibekali pengetahuan tentang seks agar mereka tidak pikir, dan akhirnya mereka dapat membedakan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, sebatas mana pergaulan itu dianggap wajar, dan mana yang tidak wajar dan harus dijauhi. Memberikan penjelasan untuk anaknya terutama remaja perempuan bahwa virginitas itu adalah hal yang penting dan harus dijaga seperti yang dikatakan Kertas putih  arti  virginitas atau keperawanan bagi remaja putri, gadis, dan wanita yang belum menikah adalah sebuah nilai kesucian yang harus dijaga sampai dia memasuki kehidupan rumah tangga. Sebagaimana yang dijelaskan oleh kertas putih tersebut diatas bahwa sesungguhnya sebuah virginitas itu harus dijaga. Dan virginitas itu hanya dimiliki oleh seorang perempuan dan alangkah kelebihan itu harus dijaga sampai dengan jenjang pernikahan.
4.      Guru, masyarakat sekitar, dan juga pemerintah juga harus mendukung agar bisa mencegah pergaulan bebas yang pada akhirnya berimplikasi pada pandangan pelajar tentang seks bebas itu adalah hak yang biasa dan virginitas itu seakan-akan bukanlah sesuatu yang berharga lagi. Pergaulan bebas bisa dicegah dengan adanya perhatian dari orang tua dan dibantu dengan guru yang mengajar, masyarakat sekitar, dan pemerintah.  Misalnya sering diadakan event-event atau kejuaraan-kejuaraan seperti olahraga, seni budaya, grup vocal, dan lain-lain, ini diharapkan agar pelajar focus untuk mengejar prestasi dan akhirnya bisa membanggakan orang tua, teman, guru, dan diri sendiri. Memunculkan kembali identitas daerah khususnya kota Pangkalpinang dimata para pelajar. Bahwa kota Pangkalpinang itu adalah bagian dari provinsi Bangka Belitung. Yang perilaku masyarakatnya diatur oleh adat istiadat serta kebudayaan melayu. Adat istiadat rumpun melayu itu seperti berpakaian yang sopan terutama untuk perempuan tidak mengumbar auratnya, bertutur kata santun, menghormati orang tua, dan taat terhadap agama dan kepercayaannya. Selain itu juga ada norma-norma yang berlaku di negara ini, dan semua warganya bertindak dengan berpedoman dan  menjujung tinggi nilai dan norma-norma yang berlaku di negara ini. Semua tindakan harus berdasarkan norma sehingga akan ada hukuman ketika terjadi pelanggaran atau sengaja untuk melanggar dari adat istiadat dan norma-norma tersebut.

Gathering SMKN 1 Pangkalpinang, administrasi perkantoran


Ngumpul2 teman lama, 31 maret 2013-01 april 2013
by : Miss Natak
Siapa yang tidak suka ngumpul bareng, (eits ini kumpul2 ditempat rame yah, dengan teman ataupun kongkownya). Semua suka apalagi saya, setiap kali diajak berkumpul atau reunian meskipun kecil2an tak perlu 2x untuk mengajak, saya sudah bilang mau, kapan, dimana pada ajakan yang pertama, horeyyyy. Berawal dari DP (display picture) temen AP (administrasi perkantoran, salah satu jurusan di SMEA dan aku termasuk didalamnya dulu AP adalah jurusan sekretaris, hehehehhe meskipun saya tak tahu tulisan stenografi itu gimana sudah lupa tapi saya alumni smea tau jurusan AP jg). Okeh  balik ke cerita diatas, temen saya itu pake DP guru kami, Pak Abdul aziz (guru steno dan lain-lainnya) beliau kurus sekali, dan saya ingat waktu bertemu di salah satu pusat pembelanjaan beliau dan istrinya cerita kalau beliau saki, hiks kasihan badannya kurus, tapi saya lupa menyampaikannya kepada teman2 (merasa berdosa sekali).
Setelah bbman, smsan sesama teman akhirnya diputuskan pergi menjenguk beliau, saya tak tahu bagaimana bisa jadi berantakan acaranya. Seharusnya pergi bareng2  tetapi malah terpisah hadeh. Saya juga ikutan bingung yang sebelumnya saya masih di lampur city (huek) jadi ikutan bingung pas ngumpul ama teman2 di rumah beliau ternyata hanya sedikit yang datang, ketika ditanyain dimana yang lainnya termasuk juga jack (sahabat saia, duet waktu di smea) eh mereka bilang jack malah nungguin saya, ya ampun jadi bingung sendiri deh sayanya. Tapi gak apa2 deh yang penting sudah jenguk dan bisa kumpul dengan teman2. Inti dari sebuah pertemuan itu yah bertukar kabar, sharing pengalaman kerja, pendidikan, bahkan anak, yang pasti ngerumpiin orang. Why not kita kan wanita (meskipun tidak menjelek2an orang lain tetep ajah nyeritain orang itu kan hahahhaha).
Well setelah kumpul2 sebentar yang psti mendoakan semoga pak aziz cepet sembuh dan diberikan umur panjang amien ya rabb kami memutuskan untuk pisah deh hehhehe, saya melanjutkan perjalanan ke salah satu pesta sahabat saya (geng waktu SMEA kebetulan Cuma saya sendiri laki2nya yang berambut panjang saat itu) oia happy wedding bendy dan tiwel semoga langgeng sampai kakek nenek yah amien. Dipesta itulah gathering part 2 di mulai, temen2 sekelas saya protes kenapa saya jenguk gak bilang2 (nah saya sendiri ajah bingung kenapa acaranya jadi begitu) oke sebagai tanda maaf saya rela deh ikutan ngmpul lagi bareng temen2 sekelasku, why not gitu loh kumpul dengan teman lama adalah suatu kebahagiaan sendiri (sudah mulai membuat urutan nama2 orang yang bakalan jadi omongan nanti, hadeh wanita oh wanita sukanya ngomongin orang). Horey hari yang ditentukan datang juga, saya kebetulan dapet tugas jemput bumil (ibu2  hamil) endah temen sekelas aku yang lemah lembut macam putri solo itu kebetulan emang turunan jawa sih, menunggu teman yang lain untuk berangkat sama2 kerumah pak aziz, heh yang dijenguk malah kerumah sakit (salah jadwal beliau senin ama kamis itu cuci darah) hah gatot deh rencana,tapi tak ada kata gatot kalau udah lengkap langsung nongkrong ajah meskipun hanya untuk segelas jus yang penting ngumpulllllll.
Heh cin, ngumpul ama ibu2 itu rempong dech ach, ngmongnya itu loh susu anak, buat rumah, ngidam apa, anaknya dah berapa bulan, dan lain2. Jangan dipikir kita yang masih lajang gak jadi bahan omongan, sudah pasti dunk pertanyaan itu lagi, kamu kapan nikah? Nah kan semua nanyak kek gitu, mau temen, ibunya nya mereka, guru SD, SMP, SMEA, temen2 kampung, emak2 dikampung nanyanya gitu terus deh, aku kan gak bisa jawab wong yang ngelamar laki2 masak ia saya yang atur n yang lamar orang, okelah smua pertanyaan sama itu saya jawab belum mikir kesana, simple,padat, dan jelas. Tapi beda dengan temenku yang satu itu, minta didoain cepet2 nikah, dan selalu bilang pengen nikah secepatnya (niat yang mulia, saya doakan semoga pacarnya cepet selesai  kuliah amien). Selain pernikahan lagi2 yah gosipin orang hahahhahaha.  Setidaknya kek gini nih sepenggal cerita hasil gosip2 itu :
A : eh si itu dah nikah yah, aku baru tahu loh
B : udah lama lagi, dah punya anak malah
A : masak sih kok kita gk diundang yah
C : ada kok, undangannya dititipkan ke si z
A : ama orang mana? Kerja dimana suaminya?
Yah begitulah salah satu sepenggal cerita dari sekian banyak cerita ketika kita ngumpul, masih banyak lagi cerita ini itu, contohnya
A : heh si j kemana yah skrg
D: dia dah jadi guru taokkk
E: masak sih, gak nyangka yah, aku gak pernah lagi komunikasi sih ama temen2 dah jarang di FB dah jarang
D : dah pake jilbab sih, dnger2 dia mau nikah.
Itu cerita baiknya, kalau cerita buruknya gini nih
A : kemaren aku ke pasar ketemu ama si M
B : masak sih, ama siapa
A : ia aku lihat dy pake mobil, ama suaminnya
C : (nyambung ajah) masak sih dia dah punya mobil, mungkin mobil mertuanya kali
A : gak tau sih, setau aku dia pake mobil ajah, aku kebetulan beli apel sih untuk anakku
Nah itu sepenggal cerita buruk, ternyata si A beli apel dan apel nya itu buruk (itulah salah satu cerita buruknya)
Kek manapun ceritanya kalau ngumpul itu hasilnya Cuma satu bahagia, hahahhaha seneng, ketawa, gossip, ngerumpi, dan pada akhirnya pasti ada yang berkata, kapan yah kita ngumpul2 lagi. Oke see you next time my friends. Tak pernah menyesal deh menghabiskan waktuku untuk menngenyam pendidikan di SMEA ada cerita dan banyak kenangan, yang pasti sebenci-bencinya temanmu waktu SMA  pas ketemu pasti menyapa meskipun hanya sekedar bertanya kabar, tidak ingat lagi kalau waktu SMA kalian pernah berantem ataupun rebutan pacar yang ada itu senyum, menyapa, dan saling bertanya kabar. Benar kata pepatah tidak ada mantan teman. Jadi kapan kita ngumpul2 lagi hehehhee.
Special thanks to my friends : rini, endah, suci, dini, rafita, imus, agnes, yeni, nela, devi, ria. Dan maaf untuk jack dan winda yang jadi korban kebingungan saya. Sori yah beneran gak ada niat tuk ninggalin kalian deh.

sosiologi-Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pergeseran Perilaku Pelajar SMA kota Pangkalpinang


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pergeseran Perilaku Pelajar SMA kota Pangkalpinang
By : Megawati
Pergeseran perilaku pelajar karena adanya norma-norma yang semakin kabur sehingga pelajar melakukan penyimpangan, seperti yang dikatakan Max Weber (dalam Wardi Bachtiar, 2006:269) dua pernyataan fundamental mengenai berbagai makna merupakan hal  yang penting bagi Weber. Pertama, seseorang haruslah menyadari tentang fakta bahwa perilaku bermakna samar dalam bentuk-bentuk yang tidak bermakna. Banyak perilaku tradisional begitu biasa seakan-akan hampir tidak bermakna. Dalam hal ini dimaksudkan adalah adanya budaya dan norma-norma yang seharusnya dijunjung tinggi karena didalam budaya terdapat nilai-nilai dan norma sosial. Misalnya adat istiadat yang mempunyai nilai pengontrol dan nilai sangsional terhadap tingkah laku masyarakatnya. Setiap daerah ataupun wilayah mempunyai nilai adat istiadat yang berbeda, ini disebabkan berbedanya asal usul suatu daerah, berbedanya suku dan berbedanya suatu budaya dengan budaya daerah lainnya. Sedangkan norma-norma sosial yang berlaku adalah keempat norma yang berlaku secara nasional yaitu : Norma agama, Norma kesopanan, Norma kesusilaan, Norma hukum.
Norma-norma sosial tersebut sama dan berlaku disetiap daerah di indonesia umumnya. Namun karena sifatnya yang abstrak membuat kebudayaan dan norma-norma tersebut semakin tergerus. Apalagi era globalisasai dimana semuanya bisa dilihat, dan dicoba. Ketika gaya pakaian ala kebarat-baratan yang tidak sesuai dengan norma kesopanan dan adat istiadat suatu daerah  yang dulunya hanya bisa dilihat di televisi dan majalah tetapi sekarang remaja bisa melihat fashion, style, trend melalu majalah dan televisi, bukan hanya melihat, mereka bisa mencoba dan merasakan trend tersebut tinggal pilih dan beli. Sekarang mencoba sesuatu yang baru tetapi tidak sesuai dengan norma-norma dan adat istiadat adalah menjadi hal yang biasa untuk para remaja. Menggunakan celana pendek ataupun rok mini ditempat umum adalah gaya hidup. Karena norma-norma dan adat istiadat sifatnya tidak nampak, akhirnya norma dan adat istiradat yang semakin kabur di era globalisasi ini membuat perilaku pelajar semakin menyimpang. Pernyataan kedua adalah mengenai makna adalah lebih penting, karena pentingnya hakikat kaausal dari makna. Sejauh mana makna menjadi kausal perilaku?. Tidak bermakna itu bukan berarti identik dengan menjadi tidak adanya kehidupan atau tidak adanya manusiawi. Dikaitkan dengan perilaku pelajar, penyimpangan yang mereka lakukan menjadi tidak bermakna ketika norma-norma dan adat istiadat tidak lagi diberlakukan pada kehidupan mereka. Sesuatu tidak memiliki makna hanyalah jika sesuatu itu tidak dapat dihubungkan dengan aksi peranan metode dan kegunaannya. Suatu kategori fakta adalah tidak memiliki  makna akan tetapi penting untuk menjelaskan aksi menyangkut berbagai fenomena psikologinya seperti kegembiraan, kebiasaan, dan lain-lain. begitu pula perilaku pelajar yang menyimpang itu termasuk tidak bermakna karena tidak ada kegunaannya, makna kegunaannyalah yang tidak ada dari perilaku pelajar yang menyimpang itu, tetapi perilaku psikologis mereka seperti bahagia, sedih, kebiasaan mereka itu menjelaskan kalau bahwasanya mereka melakukan aksi, meskipun aksinya tersebut tidak menghasilkan sesuatu yang berguna. Dalam hal ini perilaku penyimpangan dikhususkan pada perilaku seks bebas dikalangan pelajar.
Seks bebas yang terjadi di kalangan pelajar terjadi karena adanya faktor-faktor yang mendukung. Ada beberapa faktor yang mendukung sehingga adanya peluang untuk pelajar melakukan seks bebas. Berdasarkan hasil wawancara menurut pemikiran saya ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran perilaku pelajar kota pangkalpinang adapun fakor-faktor yang mempengaruhi pergeseran perilaku pelajar adalah sebagai berikut :
1.      Lingkungan tempat tinggal dan pergaulan. Lingkungan dan tempat tinggal menjadi faktor yang sangat mempengaruhi tingkah laku dan pola berpikir pelajar. Ketika tempat tinggal pelajar yang jauh dari kontrol orang tua ataupun wali mereka, maka yang terjadi adalah pelajar tersebut akan bebas dan bertindak semaunya. Teman  sepergaulan juga sangat mempengaruhi tingkah pola dan perilaku dalam diri pelajar. Ada pepatah mengatakan berteman dengan orang yang menjual parfum akan kebagian wanginya, begitu juga dengan kehidupan nyata, pelajar yang tidak bisa memilih dalam berteman akan terjebak dalam situasi dan akhirnya akan mengikuti perilaku temannya yang lain. misalnya anak laki-laki yang sebelumnya bukan banci ketika berteman dengan banci lama kelamaan akan terikut juga, begitu juga ketika pelajar berteman dengan teman-temannya yang pergaulannya bebas, maka tidak menutup kemungkinan akan terjebak juga didalam pergaulannya. Pelajar sekarang kenyataannya bercerita satu sama lain tentang seks bebas dengan temannya adalah hal yang biasa. Pelajar yang terlibat dalam dunia seks bebas, itu artinya mereka tidak menganggap bahwa virginitas itu berharga, sehingga mereka tidak bisa mempertahankan virginitasnya. dan dalam memilih teman bermain hal yang harus dilakukan, karena tidak semuanya teman bersikap baik, ada kalanya persaingan membuat teman iri dan ingin menjatuhkan kita. Berteman boleh saja asal bisa menjaga jarak. Teman yang baik itu adalah teman yang saling memberikan dukungan dalam hal yang positif.
        Seharusnya pergaulan remaja harus dengan kontrol orang tua atau orang yang dituakan, bisa jadi keluarga atau pun ibu kos. Dengan begitu pelajar tidak bisa bertindak sesuka hatinya. Dan pelajar harus dibekali dengan pengetahuan begitu juga pengetahuan tentang seks, agar pelajar bisa membedakan mana yang wajar dan yang tidak wajar. Dan akhirnya kembali kepada pribadi masing-masing untuk menjaga diri. Lingkungan disini termasuk juga lingkungan keluarga didalamnya. Disinilah peran orang tua sangat bearti misalnya memberikan perhatian kepada anak, kasih sayang, dan juga nasehat, karena orang tualah yang terdekat dengan pelajar selain guru, teman, dan juga pacar. Mengapa harus dengan kontrol orang tua, bahwa salah satu penyebab terjadinya seks bebas oleh pelajar di Kota Pangkalpinang adalah pelajar merasa bebas ketika mereka harus “berpisah” tempat tinggal dengan orang tua, sehingga pengawasannya kurang. Biasanya di kampung atau ketika tinggal bersama dengan orang tua jadwal main ataupun keluar malam akan dipantau oleh orang tua. Kebebasan itulah akhirnya membuat pelajar menjadi salah satu pelaku seks bebas, karena seks adalah hal yang biasa untuk dilakukan pada akhirnya mereka menilai sebuah virginitas itu adalah hal yang biasa saja.
        kontrol masyarakat pun berperan dalam perilaku pelajar, misalnya untuk pelajar yang kos. Apakah RT/RW bertindak tegas akan daerahnya. Ada beberapa kelurahan di Pangkalpinang yang menyediakan kos-kosan yang aturannya bebas, misalnya kosan putri bisa membawa teman laki-lakinya masuk kedalam kamar. Ini bukanlah hal yang tabu lagi, bahkan saling terbuka satu sama lain, anehnya masyarakat sekitar tampak tidak peduli dengan keberadaan kos tersebut yang membebaskan peraturan untuk penghuninya. Ini dapat menjelaskan bahwa ketua RT/RW tidak mau tahu akan situasi kosan tersebut, terkadang mereka tahu tetapi takut menyinggung pemilik kos yang terkadang merupakan warga dari RT/RW tersebut dan ada juga yang beda kelurahan maupun beda kota. Di Pangkapinang sendiri masih banyak terdapat kos-kosan dengan embel-embel bebas, dan biasa lebih mahal daripada kos-kosan dengan aturan yang ketat tersebut. Ada juga sebagian kosan yang penghuni kosnya harus mengikuti tata tertib baik secara lisan maupun tulisan, bahkan tidak segan-segan pengurus kos memberitahukan atau menanyakan ketika penghuni kos melakukan kegiatan yang dianggap melanggar peraturan kos. Seharusnya setiap kos ada peraturan yang harus dibuat agar bisa mencegah terjadinya perilaku penyimpangan, terutama dikalangan pelajar.
        Terjadinya penyimpangan dan pergeseran perilaku pelajar dapat terlihat dari hasil
  Berdasarkan informasi dari informan maka pengamatan peneliti bahwa seks bebas merupakan hal yang biasa dan tidak tabu lagi. Bahkan mereka berani bercerita dengan teman-temannya, ini disebabkan seks merupakan hal yang biasa dimata informan sehingga tidak perlu merasa malu, seolah-olah seks bebas bukanlah merupakan suatu bentuk penyimpangan. Telah terjadi pergeseran perilaku pelajar sehingga mereka memaknai virginitas itu bukanlah hal yang penting, sebelumnya mereka menganggap virginitas itu adalah hal yang harus dijaga, tetapi dengan terjadinya pergeseran perilaku remaja maka makna virginitas itu sudah tidak diindahkan lagi. Salah satu faktor penyebab terjadinya seks bebas ini adalah lingkungan tempat tinggal termasuk juga keluarga, selain keluarga teman bergaul juga sangat mempengaruhi. Penggunaan internet tanpa pengawasan orang tua bisa juga menjadi penyebab, dunia maya yang seharusnya menjadi tempat bersosialisasi untuk mendapatkan teman baru bisa jadi membawa dampak yang merugikan pelajar.
2. Faktor Ekonomi. Faktor ekonomi sangat mempengaruhi pergaulan diantara pelajar, adanya rasa gengsi yang tinggi dan bersaing dengan teman-teman membuat pelajar ingin memiliki barang-barang yang sifatnya update misalnya baju baru, sepatu model terbaru, bahkan sampai dengan handphone terbaru misalnya blackberry. ) seperti yang dikatakan oleh Marjohan dinyatakan bahwa hedonisme adalah doktrin yang menyatakan bahwa kesenangan adalah hal yang paling penting dalam hidup, atau hedonisme adalah paham yang dianut oleh orang-orang yang mencari kesenangan hidup semata. Gaya hidup inilah yang terjadi pada pelajar masa kini terutama pelajar SMA di Pangkalpinang. Mencari kesenangan adalah sesuatu yang penting dalam hidupnya keadaan yang kurang mampu memaksa para pelajar tersebut harus menawarkan jasanya kepada pria “hidung belang”. Semua dilakukan asal teman-temannya tidak menganggap dia adalah orang miskin. Demi uang pelajar rela melakukan apa saja demi sebuah kesenangan, agar bisa membeli apa saja yang mereka mau. Seks bebas sebenarnya hal yang sangat bertentangan dengan norma, apalagi Bangka Belitung adalah rumpun melayu yang sangat kental adat istiadatnya. Pergeseran dan perubahan sosial akhirnya menggerus adat itu sedikit demi sedikit, yang akhirnya virginitas harusnya dipertahankan sekarang menjadi hal yang biasa saja bahkan bisa dibeli. Lingkungan tempat tinggal dimana pelajar itu tinggal dan teman sepermainan menjadi faktor pendukung pembentukan karakter dan sifat pelajar. Selain itu media, misalnya penggunaan telepon seluler, kebanyakan pelajar SMA di Pangkalpinang ini menggunakan HP yang rata-rata sudah memiliki aplikasi kamera dan memori card. Terkadang aplikasi tersebut disalahgunakan, begitu juga dengan penggunaan internet, selain sebagai tempat mencari informasi untuk kebutuhan pelajaran, internet juga bisa menjadi teman yang bisa menjebak pelajar, misalnya dengan bermain game sampai lupa waktu sampai dengan mendownload film dewasa. Penggunaan teknologi dan komunikasi yang semakin canggih terkadang membantu proses pembelajaran, tetapi ketika tidak diawasi penggunaannya maka akan memberikan dampak yang tidak baik untuk perkembangan dan perilaku pelajar. Selain itu teknologi komunikasi dan faktor ekonomi sangat berkaitan erat dalam hal ini pelaku seks bebas yang kehidupannya dengan ekonomi kelas bawah tetapi ingin memiliki handphone terbaru yang pasti harganya cukup mahal, sehingga untuk mendapatkan handphone terbaru itu akhirnya pelajar menawarkan jasanya kepada yang memerlukan.
Virginitas takkan bearti lagi kalau bisa dibayar dengan uang, bisa saja itu terjadi seperti film “Virgin” film layar lebar di negara kita ini yang pernah mengangkat cerita pergaulan remaja, karena genggsi yang tinggi dari akhirnya menjual “keperawanannya” agar mendapatkan apa yang mereka inginkan.
3. Penggunaan teknologi dan komunikasi. Penggunaan handphone dengan teknologi pendukung seperti kamera dan memiliki kapasitas kartu memori memudahkan para pelajar menyimpan data seperti foto dan video yang  sama sekali tidak untuk mendidik. Internet juga menjadi salah satu faktor, adanya jejaring sosial yang memudahkan para pelajar kenal satu sama lain dengan mudah dengan hanya berselancar di internet,  terkadang terjadi transaksi melalui via internet dan jejaring sosial. Tidak sampai disitu saja penggunaan internet tanpa pengawasan orang tua memudahkan pelajar bebas menyelami dunia maya yang terkadang ada beberapa situs khusus dewasa tetapi sengaja dibuka oleh pelajar karena rasa ingin tahu yang begitu besar. Penggunaan handphone dan internet seharusnnya dalam pengawasan orang tua agar tidak terjadi penyalahgunaan teknologi dan alat komunikasi. Seharusnya pelajar tugasnya adalah belajar untuk mencapai sebuah prestasi agar muncul persaingan yang sehat untuk saling menjadi yang terbaik. Hal ini dapat memicu semangat seorang pelajar untuk selalu menjadi juara, baik secara akademis maupun non-akademis. Dengan prestasi tersebut bukannya bisa membanggakan kedua orang tua pelajar. Dengan berprestasi dan mempunyai kesibukan akhirnya pelajar akan menjauhi perilaku menyimpang, dalam hal ini seks bebas. kurangnya pengetahuan tentang seks membuat para pelajar merasa bersalah ketika terjebak dalam perilaku seks bebas. semua ini disebabkan adanya pergaulan yang kurang terkontrol. Penggunaan internet dikalangan remaja bagaikan dua sisi mata pisau, dimana yang salah satunya berguna, membantu pelajar dalam mencarikan informasi untuk tugas dan PR mereka, tetapi disisi lain penggunaan “social network” misalnya facebook, twitter, camfrog, youtube dan lain-lain. tanpa ada pengawasan bisa saja pelajar melakukan tindakan yang akhirnya menjerumuskan mereka kedalam seks bebas.
4.      Kurangnya pemahaman tentang agama. Kedekatan dengan tuhan akan membuat seorang manusia takut akan dosa, pelajar yang dekat dengan tuhannya akan menjauhi larangan yang akhirnya mendapatkan dosa ketika dilakukan. Keluarga seharusnya sudah mengenalkan agama kepada anakanya ketika masih kecil dan selalu mengawasi perilaku anaknya. Kurang pemahaman tentang agama juga berarti kurang memahami norma-norma yang berlaku di negara ini. Sudah pasti peilaku seks bebas sebelum menikah itu sangat menyimpang baik dimata hukum, kesusilaan, kesopanan, dan agama. Nilai dan norma-norma yang berlaku tersebut sudah tidak berarti lagi ketika pelajar lebih suka berdiam diri di depan komputer dan berselancar di dunia maya, norma kesusilaan tidak akan berlaku lagi ketika pelajar pacaran ditempat umum, norma keagamaan tidak berlaku lagi dan mereka bahkan tidak tahu kalau perilaku seks bebas itu menyimpang dari aturan agama dan kepercayaanya.

Bermandikan matahari senja disudut pulau laskar pelangi


Bermandikan matahari senja disudut pulau Laskar Pelangi
By : Megawati/shasya
Siapa yang tidak kenal dengan pulau Belitung, pulau yang terkenal sebagai tempat syuting film laskar pelangi itu. Dan sekarang semua orang tahu dengan Belitung dan kecantikan pantai-pantainya itu. Ketika berkunjung di Belitung jangan lupa untuk berjalan-jalan ke kota tanjung pandan, ibukota kabupaten Belitung. Di bandingkan dengan tempat yang lain, tanjung pandan adalah tempat yang paling ramai di Belitung termasuk juga dengan Belitung timur. Berkunjung di tanjung pandan tidak sah rasanya kalau tidak jalan2 diseputaran pantai tanjung pendam. Pantai tanjung pendam ini letaknya dipinggiran kota, hanya 4 menit dari pelabuhan tanjung pandan itu. Tanjung pendam selain terkenal sebagai tempat tongkrongan remaja dikota ini, tersedia juga tempat olahraga, misalnya jogging treck, venue volipantai, dan bahkan saat2 tertentu ada balapan mobil tamiya yang menjadi tontonan warga sekitar. Jangan takut kelaparan karena banyak banget yang berjualan disepanjang pantai itu, semua makanan ada dijual, ada resto, ada hanya warung makan, ada juga café, bisa pilih sesuai selera masing-masing.
Tapi yang paling terkenal dari tanjung pendam itu adalah keindahan sunsetnya, kalian akan terpanah dengan keindahan sunset yang bisa dinikmati setiap hari itu, sungguh keindahan yang tiada tara. Untuk mandi mungkin tanjung pendam bukanlah pilihan yang terbaik, karena Belitung punya beberapa pantai yang cantik, bahkan ada beberapa spot untuk diving dan snorkeling, misalnya tanjung tinggi, tanjung kelayang, bukit berahu, pulau lengkuas dan lain2nya. Pantai Belitung memang menjual keindahan lautnya yang bersih lagi tenang, berbeda dengan kondisi di tanjung pendam yang cenderung ramai dengan aktivitas masyarakatnya.
Tidak ada salahnya meluangkan sebentar waktu anda untuk menikmati sunset yang memang bisa dinikmati di sekitaran tanjung pendam ini, ada rasa kagum yang tak terhingga ketika saya menyaksikan sunset itu turun berlahan tapi pasti, seakan menyerah dengan kekuatan alam yang mengharuskan dia pergi, ada rasa seakan dia berkata “hello saya harus pergi tugas saya sudah selesai senang bisa menyinari kalian selama 12jam”. meskipun ada banyak yang menggerutu karena panasnya sinar mentari itu, tetapi dia tetap tersenyum, dalam hati dia berkata maafkan saya yang telah menyinari kalian sehingga kalian merasakan panas, maafkan saya membuat kulit kalian hitam, maafkan saya telah membuat baju kalian basah karena panasnya saya,  tapi tahukah kalian aku sedih harus pisah, dan aku selalu berharap malam cepatlah berlalu aku harus menyinari bumi biar tidak gelap, biar kain2 yang dijemuran cepat  kering dan ada banyak nelayan dan petani yang membutuhkan tenagaku.
Melihat matahari tenggelam dengan perlahan adalah suatu keindahan yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Seorang fotografer sibuk membidik setiap gerak, setiap sudut yang dinilainya berharga untuk dilewatkan, ada penyair yang sibuk menggoyangkan penanya untuk melukiskan keindahan mentari tersebut didalam tulisannya, ada sebagian anak kecil berlari2an dibalik senja yang indah tanpa sempat memperhatikan kepergian mentari, dan ada beberapa remaja perempuan yang sibuk mengambil beberapa foto dari ponselnya. Apapun kegiatannya, dengan siapa, dan berapa lama menatap senja, setelah pulang dari sana hanya ada satu rasa dan satu kata yang terbersit “ kapan lagi saya bermandikan senja itu”. Sambil terpejam saya merasakan damai dan sunyi.